Diam Seribu Bahasa, Polres Bangkalan Diperkarakan ke Polda Jatim

- Penulis

Senin, 7 Juli 2025 - 11:58

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan || beritappi.com– Dugaan malpraktik brutal di Puskesmas Kedungdung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan, memasuki babak baru. Kasus tragis terputusnya kepala bayi saat persalinan yang sempat mengguncang publik itu hingga kini tak kunjung menunjukkan perkembangan berarti, meski sudah hampir satu tahun berlalu. Polres Bangkalan dituding abai dan tidak transparan dalam proses penyidikan.

Alih-alih menjelaskan kepada publik, institusi penegak hukum itu justru terkesan menutup diri dan bersikap defensif. Kesan antikritik makin menguat ketika para pejabatnya enggan memberi penjelasan langsung ke media yang mempertanyakan progres kasus.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, S.H., M.H., memilih diam saat dikonfirmasi media. Ironisnya, ia malah menyampaikan pernyataan sepihak melalui media lain, seolah ingin mengontrol narasi tanpa menjawab substansi kritik publik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau tidak puas, silakan ajukan saksi ahli atau minta gelar perkara khusus di Polres, Polda, bahkan Mabes Polri,” katanya enteng, tanpa menyentuh satu pun poin penting soal kejelasan penanganan kasus.

Baca Juga:  Dugaan Intimidasi Terjadi Kepada Jurnalis di Metro

Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K., pun tak banyak berbeda. Saat ditemui pada Rabu (11/6/2025), ia hanya menegaskan bahwa proses hukum berjalan sesuai prosedur, tanpa mengungkap secara rinci sejauh mana penyelidikan dilakukan.

Melihat stagnasi dan dugaan ketidakprofesionalan tersebut, Lembaga Swadaya Masyarakat LASBANDRA akhirnya melayangkan laporan resmi ke Propam Polda Jawa Timur.

“Mereka seperti kebal kritik, merasa paling benar sendiri. Padahal, fakta-fakta di lapangan menunjukkan banyak kejanggalan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Sekjen LASBANDRA, Ach Rifai, usai menyerahkan berkas laporan di Mapolda Jatim, Minggu (7/7/2025).

Rifai menegaskan bahwa laporan ini mencakup dugaan pelanggaran etika dan penyalahgunaan wewenang oleh jajaran Polres Bangkalan dalam penanganan kasus yang menyangkut nyawa manusia tersebut.

Kini, bola panas berada di tangan Polda Jatim. Publik menanti, apakah lembaga penegak hukum di tingkat provinsi mampu bersikap objektif dan transparan, atau justru memilih bungkam seperti institusi di bawahnya.

Berita Terkait

Kebakaran di Jl Juanda 2, Satu Rumah Hangus Rata dengan Tanah.
Dugaan Intimidasi Terjadi Kepada Jurnalis di Metro
Meski Banyak Dumas Mandek, Penyidik PPA Polres Sampang Sibuk Tebar Pesona Live TikTok Saat Jam Dinas
Yayasan Babur Rizki Diduga Mencari Banyak keuntungan Atas Menu yang Diduga Tidak Sesuai Anggaran 
Bau Menyengat Proyek RKB SMPS Al Masudiyah 1 Sreseh, Terancam Jadi Monumen Kelalaian 
LSM BIN Jawa Timur Soroti Pelayanan RSUD dr. Mohammad Zyn: Pasien Terkatung-Katung Tanpa Kepastian Kamar Inap
Sikap Arogan Karutan Sampang, Ditanya Soal Anggaran Mamin,  Ngamuk Bentak Jurnalis
Maling Mencongkel Genteng Terjadi di Desa Negara Nabung
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:31

Kapolres Langkat Perkuat Silaturahmi dengan PD Al Washliyah Langkat, Bangun Sinergi untuk Kamtibmas yang Kondusif

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:33

Tinjau Lokasi Huntap bagi Korban Bencana Aceh Tamiang, Menteri Nusron Pastikan Lahan 100% Siap Digunakan

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:32

Menteri Nusron Serahkan Sertipikat Wakaf dan Bantuan dari MUI untuk Masjid Salman Alfarisi Aceh Tamiang

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:31

Wujud Komitmen Perubahan, Kementerian ATR/BPN Tawarkan Optimalisasi Kerja Sama dengan Pemda Se-Lampung

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:29

Menteri ATR/Kepala BPN: Transformasi Layanan Pertanahan Harus Berorientasi pada Kepuasan Masyarakat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:28

Menteri Nusron Apresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi atas Dukungan Pembangunan Huntap bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:27

Pesan Wamen Ossy untuk Pejabat Administrator dalam PKA 2026: Harus Jadi Arsitek Perubahan

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:41

2.000 Sertipikat Perlu Dipulihkan Pascabencana di Aceh Tamiang, Menteri Nusron Targetkan Selesai pada Akhir Desember

Berita Terbaru