Sampang, beritaappi.com – Pelayanan di RSUD dr. Mohammad Zyn kembali menuai sorotan setelah seorang pasien harus menunggu berjam-jam tanpa kepastian kamar rawat inap, meski seluruh prosedur pemeriksaan dan administrasi telah diselesaikan.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (22/11/2025), ketika pasien yang membutuhkan penanganan cepat tiba di rumah sakit sekitar pukul 15.00 WIB. Namun hingga menjelang 00.00 WIB, keluarga tidak juga mendapatkan kepastian penempatan ruang perawatan.
Arifin, keluarga pasien sekaligus Ketua LSM BIN Jawa Timur, mengungkapkan bahwa selama hampir sembilan jam itu pasien hanya ditangani di ruang IGD, tanpa ruang perawatan yang lebih tenang dan nyaman, menurutnya, kondisi ini membuat pasien semakin stres dan tidak nyaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pasien itu sudah lemah, butuh istirahat dan ketenangan, bukan ditaruh terus di IGD dengan kondisi ramai dan penuh tekanan, lama-lama stresnya bertambah,” ujar Arifin.
Ia menjelaskan bahwa pihak rumah sakit berdalih ruang perawatan syaraf sedang penuh, namun ia menilai alasan itu tidak cukup untuk membiarkan pasien menunggu tanpa solusi.
“Kalau ruang syaraf penuh, kan bisa dititipkan sementara di ruang lain yang memungkinkan, yang penting pasien tertangani dengan layak, ini malah dibiarkan menunggu di IGD sampai berjam-jam tanpa kepastian, itu namanya bukan pelayanan,” tegasnya.
Arifin menyebut kondisi ini menunjukkan lemahnya koordinasi manajemen kamar dan kurangnya inisiatif petugas dalam mencari opsi alternatif, padahal, rumah sakit seharusnya memiliki prosedur darurat ketika ruang khusus penuh.
“Kami tidak menuntut macam-macam. Kami hanya minta kepastian dan penanganan yang manusiawi, jangan sampai keluarga merasa dipingpong sementara pasien menahan stres di IGD,” tambahnya.
Ia mendorong RSUD dr. Mohammad Zyn untuk segera melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam manajemen kamar dan komunikasi publik agar masyarakat tidak lagi mengalami situasi seperti ini.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Sampang masih belum memberikan penjelasan resmi terkait lambatnya penempatan kamar maupun langkah konkrit yang akan diambil untuk memperbaiki pelayanan.













