Bau Menyengat Proyek RKB SMPS Al Masudiyah 1 Sreseh, Terancam Jadi Monumen Kelalaian 

- Penulis

Sabtu, 13 Desember 2025 - 03:26

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampang (BERITAAPPI)  Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Team Garuda08 menyampaikan keprihatinan serius atas pelaksanaan proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SMPS Al Masudiyah 1 Sreseh, Desa Taman, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang. Proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) TA.2025 tersebut diduga kuat tidak dilaksanakan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik, Sabtu (13/12/2025).

Berdasarkan hasil penelusuran data pengadaan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), proyek pembangunan RKB dengan nilai anggaran sebesar Rp200.000.000 dikerjakan oleh CV Bintang Kenari yang beralamat di wilayah Gunung Sekar, Kabupaten Sampang. Namun, hasil investigasi lapangan pada hari Kamis (11/12), LSM Team Garuda08 menemukan sejumlah indikasi penyimpangan yang patut menjadi perhatian serius pihak berwenang.

Tim investigasi mencatat bahwa penggunaan material bangunan di lokasi proyek diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam RAB. Salah satu temuan utama adalah penggunaan besi kanal C yang tidak menggunakan merek Kencana sebagaimana mestinya, melainkan merek lain yang kualitas dan harganya dinilai lebih rendah. Selain itu, besi cor berdiameter 10 milimeter yang digunakan juga diduga tidak memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

LSM Team Garuda08 juga menyoroti tidak ditemukannya papan nama proyek di lokasi pekerjaan. Kondisi ini bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik serta menimbulkan dugaan adanya upaya menutup-nutupi informasi terkait proyek yang dibiayai oleh uang negara.

Dari sisi progres pekerjaan, proyek RKB tersebut hingga saat ini diperkirakan baru mencapai sekitar 50 persen. Kondisi ini menimbulkan dugaan keterlambatan bahkan potensi mangkraknya proyek, yang pada akhirnya dapat merugikan dunia pendidikan dan peserta didik sebagai penerima manfaat utama.

Baca Juga:  Kompromi Camat dan Ketua AKD? Aktivis Bongkar Dugaan Kolusi di Desa Kalimook"

Wirno, perwakilan tim investigasi LSM Team Garuda08, menegaskan bahwa temuan tersebut bukan persoalan sepele dan tidak bisa ditoleransi.

“Berdasarkan hasil investigasi kami di lapangan, kualitas bahan bangunan sangat rendah dan tidak sesuai dengan RAB. Hingga saat ini pekerjaan juga belum selesai sebagaimana mestinya,” tegas Wirno.

Menurutnya, pembangunan ruang kelas merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan. Oleh karena itu, setiap bentuk penyimpangan, baik dari sisi kualitas material maupun pelaksanaan pekerjaan, berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.

Atas dasar temuan tersebut, LSM Team Garuda08 secara resmi mendesak:

1. Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang untuk segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek pembangunan RKB SMPS Al Masudiyah 1 Sreseh.

2. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pengawas proyek agar bertanggung jawab atas lemahnya pengawasan teknis di lapangan.

3. Aparat penegak hukum dan lembaga pengawasan untuk turun tangan apabila ditemukan indikasi pelanggaran hukum, termasuk potensi kerugian keuangan negara.

LSM Team Garuda08 menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proyek-proyek yang bersumber dari dana publik, khususnya di sektor pendidikan. Dana negara harus dikelola secara bertanggung jawab, transparan, dan berpihak pada kepentingan rakyat, bukan justru menjadi ladang penyimpangan.

Apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari pihak terkait, LSM Team Garuda08 menyatakan siap membawa temuan ini ke tingkat pengawasan yang lebih tinggi. (Team)

Berita Terkait

Meski Banyak Dumas Mandek, Penyidik PPA Polres Sampang Sibuk Tebar Pesona Live TikTok Saat Jam Dinas
Yayasan Babur Rizki Diduga Mencari Banyak keuntungan Atas Menu yang Diduga Tidak Sesuai Anggaran 
LSM BIN Jawa Timur Soroti Pelayanan RSUD dr. Mohammad Zyn: Pasien Terkatung-Katung Tanpa Kepastian Kamar Inap
Sikap Arogan Karutan Sampang, Ditanya Soal Anggaran Mamin,  Ngamuk Bentak Jurnalis
Maling Mencongkel Genteng Terjadi di Desa Negara Nabung
Dekat Markas Polsek, Pabrik Rokok Ilegal Bebas Produksi Berbulan-bulan
Diduga Memiliki Kelainan, oknum ASN Agam Berencana Bunuh Target Melalui Dukun Santet
Kompromi Camat dan Ketua AKD? Aktivis Bongkar Dugaan Kolusi di Desa Kalimook”
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 02:24

Integrasi Data untuk Pelayanan yang Semakin Presisi dan Akuntabel 💡

Senin, 13 April 2026 - 07:19

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Senin, 13 April 2026 - 07:14

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai

Senin, 13 April 2026 - 07:12

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Senin, 13 April 2026 - 07:10

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Jumat, 10 April 2026 - 05:34

Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Gelar Medical Check UP bagi Pegawai dan Tenaga Pendukung

Jumat, 10 April 2026 - 05:32

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai

Jumat, 10 April 2026 - 05:29

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Berita Terbaru