Kemunduran Erliyati, di RSUD Sumenep, Aktivis Muda Desak Bupati Buka Suara: Penanganan Pegawai “Siluman” Belum Jelas

- Penulis

Rabu, 30 Juli 2025 - 14:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, beritaappi.com – Polemik rekrutmen ilegal pegawai di RSUD Dr H Moh Anwar, Sumenep, kian panas. Bocornya informasi terkait skema rekrutmen dan penggajian 51 pegawai lewat jalur Ikatan Kerja Sama (IKS) membuat pucuk pimpinan rumah sakit kewalahan. Direktur, Erliyati, akhirnya memilih mundur di tengah sorotan publik yang makin tajam.

Ironisnya, hingga Erliyati mengundurkan diri, keberadaan pegawai “siluman” yang diduga direkrut tanpa prosedur resmi, belum mendapat penanganan tegas. Justru para pejabat RSUD terlihat sibuk membangun pencitraan di tengah sorotan keras terhadap buruknya kualitas layanan rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu.

Sumber internal menyebut, 51 pegawai IKS digaji total sekitar Rp 273 juta per bulan melalui anggaran belanja pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tanpa proses rekrutmen terbuka. Praktik ini diduga menabrak regulasi, termasuk Permendagri Nomor 79 Tahun 2018 dan Perbup Sumenep Nomor 17 Tahun 2020.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BKPSDM Sumenep, Arif Firmanto, saat dikonfirmasi, justru menunjukkan sikap menghindar. “Kami akan cek dulu,” ujarnya singkat, tanpa kejelasan tindak lanjut hingga kini.

Baca Juga:  Maling Mencongkel Genteng Terjadi di Desa Negara Nabung

Belum reda isu pegawai ilegal, kebocoran informasi soal tunjangan jasa pelayanan (jaspel) bagi jajaran pimpinan RSUD makin memperkeruh situasi. Nilai jaspel yang besar membuat sejumlah pegawai internal gusar dan menilai manajemen RSUD tidak adil.

Sebelum mundur, Erliyati sempat memanggil jajaran pimpinan untuk klarifikasi. Ia menampik ada pelanggaran dalam rekrutmen, namun menolak menjelaskan secara rinci prosesnya. Pernyataan “percaya diri” itu justru menambah kecurigaan publik akan adanya praktik tak wajar dalam tubuh RSUD.

Aktivis muda Sumenep, Asmuni, mendesak Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo angkat bicara. Menurutnya, sebagai kepala daerah, Fauzi bertanggung jawab penuh atas kinerja dan kebijakan BLUD RSUD.

“Nama Bupati selalu dicatut sebagai restu pengangkatan pegawai jalur belakang. Kalau tidak benar, harus ada klarifikasi terbuka,” tegasnya.

Ia bahkan mengklaim memiliki rekaman pernyataan langsung dari Erliyati yang mengakui pengangkatan tanpa seleksi. “Kalau perlu kita buka di Komisi Informasi (KI) atau PTUN. Jangan main tutup-tutupi. Masyarakat berhak tahu,” tantangnya.(Asm)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Meski Banyak Dumas Mandek, Penyidik PPA Polres Sampang Sibuk Tebar Pesona Live TikTok Saat Jam Dinas
Yayasan Babur Rizki Diduga Mencari Banyak keuntungan Atas Menu yang Diduga Tidak Sesuai Anggaran 
Bau Menyengat Proyek RKB SMPS Al Masudiyah 1 Sreseh, Terancam Jadi Monumen Kelalaian 
LSM BIN Jawa Timur Soroti Pelayanan RSUD dr. Mohammad Zyn: Pasien Terkatung-Katung Tanpa Kepastian Kamar Inap
Sikap Arogan Karutan Sampang, Ditanya Soal Anggaran Mamin,  Ngamuk Bentak Jurnalis
Maling Mencongkel Genteng Terjadi di Desa Negara Nabung
Dekat Markas Polsek, Pabrik Rokok Ilegal Bebas Produksi Berbulan-bulan
Diduga Memiliki Kelainan, oknum ASN Agam Berencana Bunuh Target Melalui Dukun Santet
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 02:24

Integrasi Data untuk Pelayanan yang Semakin Presisi dan Akuntabel 💡

Senin, 13 April 2026 - 07:19

Kementerian ATR/BPN Jadi Supporting Utama PSN Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat

Senin, 13 April 2026 - 07:14

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai

Senin, 13 April 2026 - 07:12

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Senin, 13 April 2026 - 07:10

Kementerian ATR/BPN Raih Penghargaan, Berhasil Tindaklanjuti RHP BPK RI 90,8%

Jumat, 10 April 2026 - 05:34

Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Gelar Medical Check UP bagi Pegawai dan Tenaga Pendukung

Jumat, 10 April 2026 - 05:32

Hadiri Halalbihalal MAPPI, Wamen Ossy Ingatkan Pentingnya Nilai Integritas dalam Profesi Penilai

Jumat, 10 April 2026 - 05:29

Kementerian ATR/BPN Komitmen Bantu Mekanisme Legalitas Tanah untuk Kebun Pangan Lokal Perempuan

Berita Terbaru