Yayasan Babur Rizki Diduga Mencari Banyak keuntungan Atas Menu yang Diduga Tidak Sesuai Anggaran 

- Penulis

Senin, 26 Januari 2026 - 13:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG ( BERITA APPI) — Polemik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Tamba’an 1, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, belum menemukan titik terang. Senin 26/01/27

Jawaban yang disampaikan Yayasan Babur Rizki selaku penyedia serta Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Camplong dinilai belum menyentuh substansi persoalan yang dipersoalkan wali murid.

Sebagaimana diberitakan, wali murid SDN Tamba’an 1 mempertanyakan kualitas menu MBG yang dibagikan pada Sabtu (24/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Paket MBG tersebut hanya terdiri dari makanan kemasan,satu bungkus susu satu butir telur, dan satu buah, yang dinilai tidak sebanding dengan tujuan pemenuhan gizi serta besaran anggaran program.

Kepala SPPG Camplong, Faris, membenarkan bahwa menu yang dibagikan merupakan menu kering. Namun pernyataan tersebut tidak disertai penjelasan rinci terkait perhitungan anggaran per siswa yang digunakan dalam penyusunan menu.

Saat diminta penjelasan terkait kesesuaian menu dengan ketentuan pusat apabila dikalkulasi dari sisi anggaran, Faris hanya menyatakan bahwa pihaknya menilai menu tersebut sudah sesuai dan meminta agar “dikalkulasi”, tanpa menyampaikan data pembanding atau acuan resmi.

Sementara itu, Yayasan Babur Rizki melalui pernyataan di media justru menghadirkan testimoni dari sekolah lain yang menyebut pelaksanaan MBG berjalan baik, pernyataan tersebut dinilai tidak relevan dengan persoalan yang terjadi di SDN Tamba’an 1, karena objek, waktu, dan menu yang dipersoalkan berbeda.

“Yang dipersoalkan adalah menu di SDN Tamba’an 1 pada hari tertentu, bukan pelaksanaan di sekolah lain, membawa contoh sekolah berbeda tidak menjawab pertanyaan utama,” ujar salah satu wali murid.

Baca Juga:  Maling Mencongkel Genteng Terjadi di Desa Negara Nabung

Selain soal menu, Yayasan Babur Rizki juga menyampaikan narasi bahwa anggaran MBG harian tidak seluruhnya dibelanjakan, dengan alasan hanya sebagian dana yang dapat digunakan setiap hari, namun hingga kini, tidak ada penjelasan tertulis mengenai dasar regulasi, mekanisme akumulasi anggaran, maupun rincian belanja per porsi yang dapat diverifikasi.

Minimnya data konkret tersebut dinilai memperlemah klarifikasi yang disampaikan dan justru menambah keraguan publik terhadap transparansi pelaksanaan MBG di wilayah tersebut.

Munculnya persoalan berulang di lebih dari satu sekolah menempatkan Satuan Tugas MBG Kabupaten Sampang dalam sorotan, publik menilai Ketua Satgas MBG Kabupaten Sampang, Wakil Bupati KH. Achmad Mahfudz, perlu bersikap tegas dengan melakukan evaluasi langsung terhadap kinerja SPPG dan mitra yayasan, bukan sekedar merespon melalui pernyataan normatif di media.

“Kalau memang sesuai ketentuan, buktikan dengan data, kalau tidak, Satgas harus berani menertibkan, program ini menyangkut hak anak,” kata seorang pemerhati Sosial Sugito.

Program MBG sebagai program nasional prioritas diharapkan tidak dijalankan sebatas memenuhi distribusi, tetapi menjamin kualitas, kecukupan gizi, serta akuntabilitas penggunaan anggaran.

Hingga kini, wali murid dan publik masih menunggu langkah konkret Satgas MBG Kabupaten Sampang untuk memastikan apakah pelaksanaan MBG di SDN Tamba’an 1 telah benar-benar sesuai standar, atau justru memerlukan perbaikan dan penindakan tegas.

Berita Terkait

Kebakaran di Jl Juanda 2, Satu Rumah Hangus Rata dengan Tanah.
Dugaan Intimidasi Terjadi Kepada Jurnalis di Metro
Meski Banyak Dumas Mandek, Penyidik PPA Polres Sampang Sibuk Tebar Pesona Live TikTok Saat Jam Dinas
Bau Menyengat Proyek RKB SMPS Al Masudiyah 1 Sreseh, Terancam Jadi Monumen Kelalaian 
LSM BIN Jawa Timur Soroti Pelayanan RSUD dr. Mohammad Zyn: Pasien Terkatung-Katung Tanpa Kepastian Kamar Inap
Sikap Arogan Karutan Sampang, Ditanya Soal Anggaran Mamin,  Ngamuk Bentak Jurnalis
Maling Mencongkel Genteng Terjadi di Desa Negara Nabung
Dekat Markas Polsek, Pabrik Rokok Ilegal Bebas Produksi Berbulan-bulan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:40

Bimbingan Teknis Penilaian Administrasi Penyelenggaran Pelayanan Publik Opini Ombudsman Tahun 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:00

Perkuat Implementasi IKU 2025-2029, Sekjen ATR/BPN Tekankan Keselarasan Indikator Kinerja Pusat dan Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:58

Menteri Nusron Ajak IPPAT dan Pemda Jawa Barat Perkuat Sinergi demi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:55

Wamen Ossy Buka Rapat Evaluasi Setahun LANDLAB, Kerja Sama Kementerian ATR/BPN Bersama JICA

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:49

Ditjen PTPP Gelar Rapat Lanjutan Penyelesaian Pengadaan Tanah Tol Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:44

Penyelenggaraan 2nd Joint Coordination Committee (JCC) dalam kegiatan The Project for Capacity Development for Land Development Policy Making and Land Bank Management Improvement (LAND LAB)

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:37

Direktorat Jenderal Penataan Agraria Melaksanakan Verifikasi dan Validasi Lapang Pemutakhiran Data Lahan Baku Sawah di Provinsi Kepulauan Riau

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:29

Nusa Tenggara Barat Raih Apresiasi Kementerian ATR/BPN atas Capaian Target LP2B

Berita Terbaru