Karawang – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai dikeluhkan oleh sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Meski durasi pemadaman rata-rata berlangsung sekitar dua hingga tiga jam, kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu aktivitas usaha dan menimbulkan kerugian bagi para pelaku usaha yang bergantung pada pasokan listrik.
Salah satu pelaku UMKM, Rian, mengaku mengalami kerugian akibat padamnya listrik yang menyebabkan produk es kristal yang disimpan di dalam freezer mencair dan tidak dapat dijual kembali.
“Saat listrik padam, freezer tidak berfungsi sehingga es kristal mencair. Akibatnya produk tidak bisa dijual dan kami mengalami kerugian,” ujar Rian.
Menurutnya, dirinya hanyalah satu dari sekian banyak pelaku UMKM yang terdampak. Beberapa pelaku usaha lainnya bahkan terpaksa menghentikan sementara aktivitas usahanya karena belum memiliki sumber listrik cadangan sebagai alternatif selain pasokan dari PLN.
Menanggapi keluhan tersebut, Wahyu selaku Humas PLN Kabupaten Karawang menjelaskan bahwa pemadaman yang terjadi saat ini disebabkan adanya kendala teknis operasional pada pembangkit listrik yang berdampak pada penurunan kapasitas suplai.
“Iya, sehubungan masih adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas dengan penghentian pasokan listrik di beberapa lokasi. Sekali lagi kami mohon maaf atas kendala yang dialami pelanggan,” jelas Wahyu.
Masyarakat dan para pelaku UMKM berharap PLN dapat segera mengatasi kendala yang terjadi sehingga pasokan listrik kembali normal dan stabil. Selain itu, mereka juga berharap adanya informasi yang lebih cepat dan jelas terkait jadwal pemadaman agar masyarakat dapat melakukan antisipasi terhadap dampak yang ditimbulkan.
Sebagai penyedia layanan kelistrikan nasional, PLN diharapkan terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem kelistrikan guna menjaga keandalan pasokan listrik serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dengan pasokan listrik yang stabil, aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM yang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah, dapat berjalan lebih optimal, produktif, dan berkelanjutan.













