Tambang PIP Ilegal Babat Mangrove Dan Cemari Aliran DAS Muara Kampak, Pos Polairud Terkesan Tutup Mata Tutup Telinga.

- Penulis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:40

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tambang PIP Ilegal Babat Mangrove Dan Cemari DAS Muara Kampak, Pos Polairud Terkesan Tutup Mata Dan Tidak Bereaksi.

Pangkalpinang
(Bangka Belitung)-
12/08/2026
BeritaAPPI.com

Aktivitas tambang pasir timah menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) yang diduga kuat ilegal kian tak terkendali di Dusun Kampak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan pantauan tim media di lapangan pada Rabu (11/8/3026), penambangan liar ini telah memicu kerusakan lingkungan skala masif, menghancurkan benteng alam pesisir, serta mencemari sumber air warga.

Pantauan langsung menunjukkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Muara Kampak hingga ke Sungai Mendaru kini berubah drastis menjadi keruh pekat dan berlumpur. Kerusakan akibat limbah tambang ini tidak hanya mandek di satu titik, melainkan terus mengalir ke hilir dan mengancam keberlangsungan seluruh ekosistem pesisir di wilayah Kecamatan Jebus.

Selain pencemaran air, kerusakan fatal juga terlihat jelas pada area sabuk hijau pesisir.
Hutan mangrove (bakau) yang berfungsi sebagai penyangga alam dari abrasi sengaja dibabat habis hingga gundul.

Pengrusakan pohon bakau dilindungi ini diduga sengaja dilakukan secara masif demi membuka jalur akses dan sandar ponton-ponton tambang ilegal tersebut.

Suara raungan mesin ponton PIP masih terdengar bergemuruh jelas dari bibir pantai, menandakan aktivitas ilegal ini berjalan tanpa rasa takut terhadap aparat hukum.

Menurut keterangan dari warga setempat, bebasnya operasional tambang ini diduga kuat karena adanya praktik pungutan liar terorganisir. Diduga Modus yang berjalan di lapangan disinyalir mewajibkan penambang memberikan “setoran 20 persen” dari total hasil tangkapan timah agar aktivitas merusak lingkungan ini bisa terus berjalan mulus.

Baca Juga:  Dugaan Intimidasi Terjadi Kepada Jurnalis di Metro

Ironisnya, titik koordinat operasional ponton-ponton PIP ilegal tersebut berada dalam jarak yang sangat dekat dan berhadapan langsung dengan Pos Polairud Polres Bangka Barat. Kendati pos kepolisian berada tepat di depan mata, penegakan hukum nihil terjadi.

Saat tim media mencoba melakukan konfirmasi langsung ke pos terkait, salah satu anggota Polairud yang sedang piket bertugas berinisial RD justru memberikan jawaban mengejutkan.

“Saya tidak tahu pak soal tambang PIP itu,” kilas RD saat dimintai keterangan di lokasi pos, Rabu (11/8/2026).

Sikap acuh tak acuh dan pengakuan tidak tahu dari oknum aparat ini memicu kekecewaan berat di kalangan masyarakat luas. Warga mendesak jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung, Ditpolairud, serta Gakkum Kementerian LHK untuk segera turun tangan melakukan penertiban total demi menyelamatkan sisa mangrove yang masih ada dan menindak tegas oknum yang terlibat di balik layar.

Redaksi juga membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak-pihak yang merasa keberatan atas pemberitaan ini.

Demikian dikutip dan diwartakan.

Bona Tambunan.

Berita Terkait

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN
Kepala BNNK Lampung Timur: Layanan Pengantaran Rehabilitasi Tidak Dipungut Biaya
Maman Permana Raih Penghargaan Pramuka Pancawarsa III atas Pengabdian 15 Tahun
Pembangunan Plat Dekker Jalan Lubuk Besar – Keledeng Kabupaten Bangka Tengah Diduga Dilakukan Asal Asalan Dan Tidak Sesuai RAB.
Perda Pemkab Bangka No.6 Tahun 2023 Diduga Mandul Dan Kalah Telak Terhadap Pengusaha “RC”.
Korban Kebakaran Gudang BBM Ilegal Di Rohul Diduga Tanpa Pengusutan Pihak Kepolisian (APH) Setempat.
” Rince “, Diduga Pengusaha Bandel Dan Kebal Hukum. Perda Kabupaten Bangka No.6 Tahun 2023 Tidak Digubris DanTetap Dilanggar.
Diduga Tambang Timah Ilegal Beroperasi Pada Malam Hari Hingga Subuh, Nama “Apen Kembang, Apin Kodok dan Akbar Kuday” Disorot Dan Disebut Diduga Kebal Hukum.
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:31

POLRES BINJAI GELAR PROGRAM POLISI PEDULI PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 3 BINJAI

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:26

Kapolres Binjai Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026, Kedepankan Keselamatan dan Pendekatan Humanis

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:24

Kapolres Langkat Turun Langsung Pimpin Strong Point Pagi, PJU Juga Hadir Layani Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:20

Kapolres Langkat Pimpin Apel Operasi Patuh Toba 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:10

Kapolres Binjai Hadiri Minggu Kasih di GBKP Simpang Awas, Ajak Jemaat Jaga Kamtibmas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:36

Kapolres Langkat Pimpin Operasi Sarang Narkoba di Secanggang, Satu Pria Diamankan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31

Minggu Kasih di GBKP Stabat, Polres Langkat Perkuat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Jemaat

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:09

Subuh Keliling di Masjid As Syakirin, Polres Langkat Ajak Masyarakat Cegah Bullying dan Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru