KARAWANG – Upaya memperkuat eksistensi seni dan budaya daerah terus menjadi perhatian berbagai pihak. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budiwanto, menilai kegiatan kebudayaan perlu diselenggarakan secara berkelanjutan agar mampu menjaga semangat para pelaku seni sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Karawang kepada masyarakat luas.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan kebudayaan di Aula P4S Wiratani, Desa Tegal Sawah, Kecamatan Karawang Timur, Sabtu (26/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Budiwanto menekankan pentingnya peran Dewan Kebudayaan Daerah Kabupaten (DKDK) sebagai wadah yang dapat menjembatani berbagai elemen kebudayaan, mulai dari seniman, budayawan, komunitas, hingga pemerintah daerah.
Menurutnya, keberadaan DKDK harus mampu mendorong lahirnya program-program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perkembangan kebudayaan di Karawang. Salah satu gagasan yang ia dorong adalah penyelenggaraan agenda kesenian secara berkala, misalnya setiap tiga bulan sekali.
“Jika kegiatan seni dilakukan secara rutin, para pelaku seni memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya dan berinteraksi dengan masyarakat. Ini juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya Karawang kepada generasi muda,” ujar Budiwanto.
Ia menilai Karawang memiliki banyak potensi budaya yang tumbuh dari masyarakat dan perlu mendapat perhatian bersama. Berbagai kesenian lokal yang selama ini bertahan di tengah perkembangan zaman, menurutnya, harus terus diberi ruang agar tidak kehilangan regenerasi.
Budiwanto juga mengingatkan bahwa keterbatasan dukungan maupun anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas kebudayaan. Justru dalam kondisi tersebut diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara komunitas, pemerintah, dan para pemerhati budaya.
“Budaya yang sudah hidup di masyarakat harus terus dipelihara dan dikembangkan. Jangan sampai potensi yang ada menjadi redup karena kurangnya perhatian,” katanya.
Selain DKDK, ia melihat banyak organisasi dan komunitas yang aktif bergerak dalam bidang pelestarian budaya di Karawang. Keberadaan kelompok-kelompok tersebut dinilai sebagai aset penting yang dapat memperkuat ekosistem kebudayaan daerah.
Menurut Budiwanto, sinergi antar komunitas budaya perlu terus diperluas agar setiap kegiatan yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat lebih besar, baik bagi pelaku seni maupun masyarakat umum. Kolaborasi tersebut juga dapat menjadi sarana memperkuat identitas budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Ia berharap agenda kebudayaan yang dirancang secara terstruktur dapat menjadi ruang ekspresi bagi para seniman sekaligus wadah regenerasi. Dengan demikian, seni dan budaya Karawang tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Melalui kerja sama berbagai pihak, Budiwanto optimistis potensi budaya yang dimiliki Karawang dapat terus tumbuh serta menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter dan jati diri masyarakat daerah.













