Karawang – Sebanyak 14 peserta magang dari SMK Pertanian Karawang dan Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mengikuti pembukaan program magang yang digelar di Kebun Glenmore Farm, Desa Puserjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Senin (15/6/2026).
Peserta magang terdiri dari 9 siswa SMK Pertanian Karawang dan 5 mahasiswa Fakultas Pertanian Unsika. Awalnya pihak sekolah merencanakan mengirimkan 10 siswa, namun satu peserta berhalangan hadir karena sakit sehingga untuk sementara jumlah peserta dari SMK menjadi 9 orang.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Haji Noh selaku pemilik Kebun Glenmore Farm, Ali selaku pengelola kebun dari Tim KERSA, iNayah sebagai Project Manager Tim KERSA, Muhammad Nur Miroji selaku Ketua Yayasan Karawang Enterpreneur Sejahtera (KERSA), serta Ani yang membidangi kegiatan sosial di KERSA.
Dalam sambutannya, guru SMK Pertanian Karawang, Syaehul Huda, menegaskan bahwa program magang merupakan bagian dari proses pembelajaran sekaligus salah satu syarat yang harus dipenuhi siswa untuk kelulusan.
“Magang ini merupakan bagian dari pembelajaran dan menjadi salah satu syarat kelulusan. Karena itu kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan serius dan disiplin sebagaimana saat mengikuti kegiatan belajar di sekolah,” ujarnya.
Sementara itu, iNayah selaku Project Manager Tim KERSA menyampaikan apresiasinya atas terjalinnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor pertanian melalui program magang tersebut.
Menurutnya, kerja sama antara Yayasan KERSA dengan pengelola Kebun Glenmore Farm diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata kepada para peserta dalam mengembangkan keterampilan pertanian di lapangan.
“Kami sangat senang bisa berkolaborasi dengan SMK Pertanian Karawang dan Fakultas Pertanian Unsika. Program seperti ini penting karena selain mendapatkan teori di kelas, peserta juga perlu memperoleh pengalaman praktik langsung di lapangan,” katanya.
Ia berharap program magang dapat terus berlanjut dan menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi generasi muda yang ingin mendalami bidang pertanian.
Program magang ini dirancang untuk memberikan pengalaman kerja lapangan kepada peserta, mulai dari pengenalan pengelolaan kebun, teknik budidaya tanaman, hingga manajemen operasional pertanian modern. Dengan adanya kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan kompetensi serta kesiapan mereka untuk terjun ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha di sektor pertanian.
Ketua Yayasan KERSA, Muhammad Nur Miroji, berharap program ini dapat menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan dunia kerja sehingga para peserta memperoleh pengalaman nyata yang dapat menunjang karier mereka di bidang pertanian.
“Kami ingin para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menguasai praktik di lapangan. Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi mereka untuk menghadapi tantangan di sektor pertanian yang terus berkembang,” pungkasnya.











