Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang menerima audiensi untuk pemaparan hasil penelitian dari Politeknik Agraria STPN. Dalam pertemuan ini, Plt. Direktur Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, hadir secara langsung bersama Tim untuk memaparkan kajian bertajuk “Gender Balance in Women’s Participation and Community-Based Land Literacy Initiatives for Gender-Equitable Land Registration and the Acceleration of Inclusive Land Governance”. Audiensi yang berfokus pada upaya percepatan tata kelola pertanahan inklusif di Indonesia ini turut disambut dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta pejabat di lingkungan Ditjen SPPR.
Dalam presentasinya, tim peneliti mengungkapkan bahwa riset yang dilakukan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara pada tahun 2025 menunjukkan persentase kepemilikan tanah yang terdaftar atas nama perempuan masih sangat rendah, yakni berkisar antara 15,88% hingga 35%. Kajian tersebut juga menyoroti adanya kesenjangan data yang signifikan serta informasi kepemilikan yang belum terdefinisi secara jelas. Sistem pendaftaran tanah saat ini dinilai masih bersifat netral gender dan belum secara aktif mengakomodasi hak-hak perempuan.
Menyambut baik masukan tersebut, Direktur Jenderal Survei Pengukuran dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Bapak Virgo, menegaskan komitmen penuh jajarannya untuk menindaklanjuti hasil riset ini. Beliau memberikan arahan mengenai arah kebijakan ke depan:
“Kita harus mewujudkan tata kelola pertanahan yang inklusif untuk memastikan kepastian hukum dan perlindungan bagi semua pemilik tanah. Sebagai langkah nyata, Ditjen SPPR akan menyiapkan peta tematik kepemilikan lahan berdasarkan gender untuk memberikan data konkret, serta mengembangkan tolok ukur parameter gender yang disesuaikan dengan kearifan lokal dan realita Indonesia, bukan sekadar mengikuti standar Barat.”
Baca selengkapnya di djsppr.atrbpn.go.id.
#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajudanModern
#DitjenSPPR
#DitjenSPPR2026
#ILASPP
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT













