Karawang, Jawa Barat – Regenerasi petani menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan pertanian Indonesia. Menjawab tantangan tersebut, Kelompok Tani KERSA di bawah naungan Yayasan Karawang Entrepreneur Sejahtera (KERSA) membangun kolaborasi dengan SMK Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA), serta jaringan pelaku UMKM untuk menciptakan ruang belajar sekaligus inkubator usaha pertanian bagi generasi muda.
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan praktik pertanian, tetapi juga mendorong lahirnya petani muda yang memiliki kemampuan berwirausaha, memahami pemasaran, serta mampu mengembangkan usaha pertanian yang bernilai ekonomi.
Pada Jumat, 10 Juli 2026, sebanyak 10 siswa SMK Pertanian melakukan kunjungan dan penjajakan program praktik lapangan di Rumah Tani KERSA yang berlokasi di Perumahan CKM Blok X14 No. 16, Gang Venus 63, Karawang. Kedatangan para siswa didampingi langsung oleh Kepala Sekolah, Sepgiono, S.Pd., M.M., bersama guru pendamping Yati Haryati, S.Pd., dan Lestari Hasimpulan Sianipar, S.Pd.Gr.
Rumah Tani KERSA saat ini dikembangkan sebagai pusat edukasi pertanian yang mengintegrasikan pembelajaran, budidaya hortikultura, urban farming, hingga pengembangan bisnis berbasis hasil pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SMK Pertanian menyampaikan bahwa sektor pertanian masih memiliki prospek yang sangat besar apabila dikelola dengan pendekatan modern dan didukung sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurutnya, Karawang yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional memiliki peluang besar untuk melahirkan generasi petani baru yang tidak hanya mampu memproduksi hasil pertanian, tetapi juga mengembangkan usaha di sektor agribisnis.
“Kami berharap para siswa mendapatkan pengalaman langsung dari dunia usaha dan dunia pertanian yang sesungguhnya. Pembelajaran di lapangan akan memberikan wawasan yang lebih luas mengenai peluang usaha yang dapat dikembangkan dari sektor pertanian,” ujarnya.
Ketua Komunitas UMKM KERSA, Muhammad Nur Miroji atau yang akrab disapa AW, menjelaskan bahwa Kelompok Tani KERSA hadir untuk menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan kebutuhan pasar.
Menurut AW, banyak generasi muda yang sebenarnya tertarik pada pertanian, namun belum memiliki wadah untuk belajar sekaligus mengembangkan usaha. Oleh karena itu, Rumah Tani KERSA dirancang menjadi tempat bertemunya siswa, mahasiswa, petani, dan pelaku usaha dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
“Kami ingin membangun pola pikir bahwa pertanian bukan hanya soal menanam dan memanen. Pertanian adalah peluang usaha yang sangat luas, mulai dari budidaya, pengolahan hasil, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital. Anak-anak muda harus melihat pertanian sebagai sektor masa depan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa jaringan UMKM KERSA yang tersebar di berbagai kecamatan di Karawang dapat menjadi bagian dari ekosistem pemasaran hasil pertanian yang dihasilkan oleh anggota kelompok tani maupun peserta magang.
Selain pengembangan hortikultura, Kelompok Tani KERSA memiliki visi menjadi pusat lahirnya petani milenial yang inovatif, produktif, dan berorientasi pada kewirausahaan. Program yang dikembangkan tidak hanya menekankan keterampilan teknis budidaya, tetapi juga kemampuan mengelola usaha dan membangun jaringan pasar.
Sebagai langkah awal penguatan kelembagaan, Kelompok Tani KERSA dijadwalkan akan diresmikan pada Ahad, 12 Juli 2026. Peresmian tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, komunitas usaha, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Melalui sinergi berbagai pihak, Rumah Tani KERSA diharapkan dapat menjadi contoh model pemberdayaan pertanian berbasis edukasi dan kewirausahaan yang mampu melahirkan generasi petani muda, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional.
“Membangun Petani Milenial, Menumbuhkan Wirausaha Pertanian, dan Menguatkan Ketahanan Pangan Indonesia.”












