Karawang, Jawa Barat – Komitmen dalam mencetak generasi petani muda terus ditunjukkan oleh Rumah Tani KERSA. Hal tersebut ditandai dengan penyerahan sertifikat magang kepada peserta yang telah menyelesaikan program pembelajaran budidaya pertanian di Rumah Tani KERSA Glenmore, Desa Puserjaya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang.
Sertifikat magang diserahkan langsung oleh Anggota DPR RI, H. Jalal Abdul Nasir, Ak., dalam rangkaian kunjungan sekaligus peresmian Rumah Tani KERSA Venus 63 yang berlokasi di Perumahan Citra Kebun Mas, Karawang.
Dalam kesempatan tersebut, H. Jalal Abdul Nasir memberikan apresiasi kepada para peserta magang yang telah menyelesaikan proses pembelajaran dan praktik lapangan di Rumah Tani KERSA. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah nyata dalam mendukung regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pertanian membutuhkan generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman. Program magang seperti ini sangat penting untuk membekali para pelajar dan mahasiswa dengan pengalaman lapangan serta wawasan kewirausahaan,” ujarnya.
Saat ini, Rumah Tani KERSA telah menjadi tempat belajar bagi lebih dari 30 peserta yang terdiri dari siswa SMK Pertanian, mahasiswa magang, dan peserta program edukasi pertanian lainnya. Para peserta mendapatkan pengalaman langsung mulai dari proses pembibitan, budidaya, pemeliharaan tanaman, hingga pengelolaan hasil panen.
Ketua Kelompok Tani KERSA, Muhammad Nur Miroji atau yang akrab disapa Kang AW, mengatakan bahwa Rumah Tani KERSA dibangun sebagai pusat edukasi dan kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia usaha pertanian.
“Karawang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Namun minat generasi muda untuk berkarier di sektor pertanian masih relatif rendah. Melalui Rumah Tani KERSA, kami ingin menunjukkan bahwa pertanian memiliki prospek yang menjanjikan apabila dikelola secara profesional, modern, dan berorientasi bisnis,” ungkapnya.
Menurut Kang AW, pembelajaran di Rumah Tani KERSA tidak hanya berfokus pada teknik budidaya tanaman, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengolahan pascapanen, pemasaran produk, hingga pengembangan kewirausahaan pertanian.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para calon petani muda melalui pelatihan, bimbingan teknis, akses permodalan, serta program pengembangan kewirausahaan agar mereka memiliki mental usaha yang kuat dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan di sektor pertanian.
Salah satu peserta magang, Afifah Angelia Azhariyanti, mengaku bersyukur mendapatkan kesempatan belajar di Rumah Tani KERSA. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh tidak hanya sebatas budidaya tanaman, tetapi juga memberikan wawasan mengenai pengembangan usaha dan pemasaran hasil pertanian.
“Di sini kami belajar mulai dari pembibitan, perawatan tanaman, hingga pascapanen. Kami juga dikenalkan dengan dunia usaha karena KERSA memiliki jaringan pelaku UMKM yang dapat menjadi mitra pemasaran hasil pertanian,” katanya.
Saat ini Rumah Tani KERSA mengembangkan berbagai komoditas hortikultura, di antaranya melon, cabai, kangkung, dan bayam. Ke depan, KERSA berencana memperluas pengembangan komoditas pertanian lainnya serta memperkuat kolaborasi dengan sekolah, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha.
Melalui keberadaan Rumah Tani KERSA di Desa Puserjaya dan Venus 63 Karawang, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk terjun ke dunia pertanian, sehingga mampu melahirkan petani milenial yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing dalam mendukung ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan.












