Respons Cepat Pemerintah Dampak Banjir dan Longsor Dahsyat di Padang Pariaman

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 02:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, sejak 22 November 2025, dan berlangsung hingga setidaknya 25 November 2025. Kejadian ini memengaruhi ribuan warga dan menyebabkan kerugian signifikan, menjadi bagian dari pola bencana hidrometeorologi yang mendominasi di Indonesia, dengan persentase mencapai 98,97% dari total kejadian bencana nasional hingga November 2025.
Penyebab Bencana

Bencana dipicu oleh curah hujan ekstrem yang intens sejak akhir pekan, disertai angin kencang, yang menyebabkan luapan air dari sungai-sungai utama seperti Sungai Batang Anai, Batang Ulakan, Batang Lubuak, dan Batang Kamumuan.
Hujan deras selama empat hari berturut-turut memperburuk kondisi, terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Ulakan Tapakis, Batang Gasan, dan sekitarnya. Faktor lain termasuk kondisi geografis daerah yangKencana rentan terhadap hidrometeorologi, di mana banjir tahunan sering terjadi karena kurangnya normalisasi sungai.
Dampak Bencana

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak paling signifikan adalah pada penduduk, dengan total 9.778 jiwa terdampak, termasuk 1.824 warga dari 608 kepala keluarga yang terkena langsung. Banjir merendam sekitar 608 rumah, dengan lima unit rusak parah (tiga rusak berat dan dua rusak ringan), serta memengaruhi 183 hektar lahan pertanian, termasuk 156 hektar sawah dan 28 hektar kebun. Kerusakan infrastruktur mencakup dua jembatan, dua saluran irigasi, satu bendungan, satu fasilitas pendidikan (sekolah menengah dan sepuluh SD), serta longsor tebing yang menimbun badan jalan di dua titik. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 5 miliar, terutama di sektor pertanian dan infrastruktur. Beruntung, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, meskipun dua warga mengalami luka ringan.

Baca Juga:  Puncak Anniversary Ke-2 AKPERSI (Asosiasi Keluarga Pers Indonesia) Di Jawa Barat, Momentum Memperkuat Persaudaraan Insan Pers Indonesia.

Bencana ini juga memengaruhi wilayah sekitar seperti Kecamatan V Koto Kampung Dalam, 2×11 Kayu Tanam, Kepala Hilalang, Anduriang, dan 14 nagari lainnya.
Respons Pemerintah dan Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman segera menetapkan status tanggap darurat dan mendirikan delapan dapur umum untuk menyediakan makanan bagi warga terdampak.
Tim gabungan dari BPBD, Satpol PP, dan pemuda setempat melakukan evakuasi menggunakan perahu karet, serta menjaga keamanan rumah-rumah yang ditinggalkan melalui ronda malam.

Bupati John Kenedy Azis meninjau lokasi langsung, seperti Nagari Kampung Galapuang, dan mendesak pemerintah pusat untuk membantu normalisasi Sungai Batang Ulakan guna pencegahan jangka panjang.
BNPB secara nasional melaporkan penanganan melalui pusat data kebencanaan, dengan fokus pada evakuasi mandiri dan bantuan darurat.
Posko utama tetap siaga hingga setidaknya Selasa malam (25/11/2025).
Update Terbaru dan Prospek

Hingga 25 November 2025, banjir di beberapa kecamatan seperti Ulakan Tapakis mulai surut pada siang hari, meskipun risiko banjir susulan masih ada karena prakiraan hujan hingga 27-28 November 2025. BNPB terus memantau situasi, dan data sementara menunjukkan penanganan sedang berlangsung di delapan kecamatan dan 21 desa.
Bencana ini menekankan pentingnya mitigasi hidrometeorologi di daerah rawan, terutama dengan perubahan iklim yang meningkatkan intensitas hujan. Masyarakat diimbau tetap waspada selama tiga hari ke depan./arnkoto

Berita Terkait

KETUM GERMAS UNGKAP ADE JULHAIDIR DESAK DPR/MPR RI TAMPUNG ASPIRASI MASYARAKAT TERKAIT POLEMIK PUTUSAN MK DAN IJAZAH GIBRAN
Jelang Porprov Lampung 2026, 16 Atlet ESI Lampung Timur Jalani Tes Urine di BNNK, Seluruhnya Negatif Narkoba
Munas APPI 2026 Perkuat Profesionalisme dan Independensi Pers
Kepala BNNK Lampung Timur: Layanan Pengantaran Rehabilitasi Tidak Dipungut Biaya
Pagi Ini, JUT Kosambibatu Kembali Disorot: Pengukuran Lapangan Buka Ruang Klarifikasi
Private Cinema Disorot FAOIKB: Izin Pemutaran Film, Lalu Bagaimana Pengawasan Ruang Privat?
Muhammad Alif Mubarak MT Siap Nahkodai Partai Elang DPC Makassar
Maman Permana Raih Penghargaan Pramuka Pancawarsa III atas Pengabdian 15 Tahun
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:53

Konsinyering HPL Badan Bank Tanah, Wamen Ossy Ingatkan Soal Keseimbangan Kecepatan Layanan dan Kepastian Hukum

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:46

Terapkan Manajemen Risiko dengan Pendekatan GRC, Wamen ATR/Waka BPN Harapkan Pengendalian Risiko Berbasis Data

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:45

Selamat Memperingati Hari Perserikatan Bangsa – Bangsa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:05

Kementerian ATR BPN Finalisasi Penjenjangan Kinerja Untuk Perkuat Manajemen Kinerja Organisasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:04

Pembukaan Pelatihan Pendidikan Dasar Penilaian

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:01

Jangan Asal Jual Beli Tanah Pastikan Dulu Hal Ini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:59

Sertipikat Elektronik Bukan Perampasan Tanah

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:57

Langkah Mudah Ketahui Persyaratan Mengurus Sertipikatmu Dengan Sentuh Tanahku

Berita Terbaru

Uncategorized

Selamat Memperingati Hari Perserikatan Bangsa – Bangsa

Selasa, 27 Okt 2026 - 06:45

Uncategorized

Pembukaan Pelatihan Pendidikan Dasar Penilaian

Selasa, 27 Okt 2026 - 06:04