http://beritaappi.com || SAMPANG -Kecepatan dan ketepatan dalam bertindak menjadi kunci saat sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Torjun, Kabupaten Sampang, pada Jumat (pukul 10.30 WIB). Insiden ini melibatkan sebuah truk Fuso bernomor polisi B 9280 UEV dan minibus Kijang bernomor M 1534 XX, yang mengakibatkan satu orang mengalami luka berat dan tiga lainnya luka ringan hingga sedang.
Kecelakaan bermula ketika minibus Kijang yang dikemudikan Nurul Yakin (30), warga Sampang, melaju kencang dari arah barat ke timur. Diduga karena hilang kendali, kendaraan tersebut oleng ke kanan dan bertabrakan dengan truk Fuso yang dikemudikan Solikin (51), warga Bojonegoro, dari arah berlawanan. Benturan keras di bagian samping menyebabkan kerusakan serius dan luka pada penumpangnya.
Nurul Yakin mengalami patah tulang kaki kanan dan segera dirujuk ke RSUD Sampang untuk penanganan intensif. Sementara tiga penumpang lainnya, yakni Munir (58), Saiful Bahri (38), dan Tasimah (40), juga mendapat perawatan medis di Puskesmas Torjun dan RSUD Sampang akibat luka ringan hingga sedang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Begitu menerima laporan dari warga, anggota Piket SPKT Polsek Torjun bersama Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengamanan. Petugas medis dari Puskesmas Torjun pun turut diterjunkan untuk memberi pertolongan pertama di tempat kejadian.
“Langkah pertama yang kami lakukan adalah memastikan korban segera dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat dan lalu lintas tetap terkendali,” ujar Ipda Gama Rizaldi, Kasi Humas Polres Sampang. Ia juga menambahkan bahwa olah TKP dan pengumpulan keterangan saksi telah dilakukan untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan.
Dalam pernyataannya, Ipda Gama mengingatkan pentingnya keselamatan berkendara. “Kami mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalu lintas, tidak melaju dengan kecepatan tinggi, dan menjaga kondisi kendaraan demi mencegah insiden serupa.”
Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian di jalan, sekaligus menunjukkan betapa krusialnya respons cepat aparat dan petugas medis dalam menyelamatkan nyawa dan meminimalkan dampak kecelakaan. (PI’I)













