Buah Manis Kolaborasi Lintas Sektor, Reforma Agraria Sukses Antar Gula Semut Hargorejo Merambah Pasar Global

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 09:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Kulon Progo – Kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan Reforma Agraria membawa hasil nyata bagi masyarakat Desa Hargorejo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Sejak Reforma Agraria masuk ke Desa Hargorejo, geliat ekonomi kian meningkat, produk gula semut yang semula hanya dipasarkan secara lokal kini berhasil menembus pasar global. Keadaan ini mencerminkan keberhasilan sinergi bersama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi desa.

“Program Reforma Agraria ini bentuk sinergi yang sangat produktif dan kolaboratif. BPN tidak hanya memberikan sertipikat tanah, tapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk berdaya secara ekonomi di Desa Hargorejo,” ujar Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kulon Progo, Iffah Mufidati.

Iffah Mufidati menjelaskan, dengan akses yang dibuka oleh ATR/BPN, juga memberikan pendampingan bagi masyarakat Desa Hargorejo. “Dengan legalitas tanah yang kuat berkat sertipikat, akses permodalan terbuka menjadi lebih mudah. ​​Setelah itu, kami meredam usaha mereka agar kuat dari sisi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesuai kewenangannya, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Kulon Progo, membantu pelaku usaha di Desa Hargorejo dalam pengembangan wirausaha baru, produksi, dan legalitas. Lebih luasnya, dalam proses ekspor produk, ia membantu dalam standar legalitas hal, seperti NIB (Nomor Induk Berusaha), Izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), sertifikasi halal, hingga HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).

Baca Juga:  Bicara Soal Amanah Pimpinan dalam Pengajian di Pandeglang, Menteri Nusron: Permudah Rakyat

Upaya ini tidak berjalan sendiri. Pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat, saling berperan dalam memperkuat ekosistem usaha lokal. “Tidak mungkin pendampingan dilakukan sendirian. Kita perlu melibatkan semua elemen dalam skema pentahelix, meliputi akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media, agar hasilnya berkelanjutan,” tutur Iffah Mufidati.

Di Desa Hargorejo ini, peran mitra sektor swasta juga punya andil besar. “Kami memandang peran PT Nira Lestari sebagai mentor sangat penting. Mereka membantu masyarakat untuk mandiri, bukan terus bergantung. Harapannya, pelaku UMKM hari ini bisa menjadi mentor bagi yang lain di masa depan,” imbuh Iffah Mufidati.

Bagi pemerintah desa, kolaborasi dalam Reforma Agraria ini juga membawa dampak yang sangat nyata. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak, baik swasta maupun pemerintah. Untuk produk gula semut ini, salah satunya melalui pendampingan dari BPN,” ucap Lurah Hargorejo, Bhekti Murdayanto.

Kini, Desa Hargorejo bukan lagi sekadar desa di lereng perbukitan yang sunyi. Dari tanah yang dulu dianggap sulit digarap, tumbuh cerita tentang kerja keras, kebersamaan, dan kemandirian. Kolaborasi lintas sektor telah melahirkan perubahan nyata, yakni membuka akses ekonomi, memperkuat solidaritas warga, dan membawa harapan baru bagi masyarakat Kulon Progo. (RT/RS)

*Humas Kantor Pertanahan Kota Pekalongan*

Berita Terkait

Bimbingan Teknis Penilaian Administrasi Penyelenggaran Pelayanan Publik Opini Ombudsman Tahun 2026
Perkuat Implementasi IKU 2025-2029, Sekjen ATR/BPN Tekankan Keselarasan Indikator Kinerja Pusat dan Daerah
Menteri Nusron Ajak IPPAT dan Pemda Jawa Barat Perkuat Sinergi demi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
Wamen Ossy Buka Rapat Evaluasi Setahun LANDLAB, Kerja Sama Kementerian ATR/BPN Bersama JICA
Umpan Balik(Feedback) Penilaian Kompetensi di Kanwil BPN Provinsi Banten
Ditjen PTPP Gelar Rapat Lanjutan Penyelesaian Pengadaan Tanah Tol Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran
Penyelenggaraan 2nd Joint Coordination Committee (JCC) dalam kegiatan The Project for Capacity Development for Land Development Policy Making and Land Bank Management Improvement (LAND LAB)
Direktorat Jenderal Penataan Agraria Melaksanakan Verifikasi dan Validasi Lapang Pemutakhiran Data Lahan Baku Sawah di Provinsi Kepulauan Riau
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:40

Bimbingan Teknis Penilaian Administrasi Penyelenggaran Pelayanan Publik Opini Ombudsman Tahun 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:00

Perkuat Implementasi IKU 2025-2029, Sekjen ATR/BPN Tekankan Keselarasan Indikator Kinerja Pusat dan Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:58

Menteri Nusron Ajak IPPAT dan Pemda Jawa Barat Perkuat Sinergi demi Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:55

Wamen Ossy Buka Rapat Evaluasi Setahun LANDLAB, Kerja Sama Kementerian ATR/BPN Bersama JICA

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:49

Ditjen PTPP Gelar Rapat Lanjutan Penyelesaian Pengadaan Tanah Tol Cengkareng – Batu Ceper – Kunciran

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:44

Penyelenggaraan 2nd Joint Coordination Committee (JCC) dalam kegiatan The Project for Capacity Development for Land Development Policy Making and Land Bank Management Improvement (LAND LAB)

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:37

Direktorat Jenderal Penataan Agraria Melaksanakan Verifikasi dan Validasi Lapang Pemutakhiran Data Lahan Baku Sawah di Provinsi Kepulauan Riau

Rabu, 29 Juli 2026 - 06:29

Nusa Tenggara Barat Raih Apresiasi Kementerian ATR/BPN atas Capaian Target LP2B

Berita Terbaru